Harus aku yang salah...
iya, aku yang selalu salah..
bahkan masing-masing rintik hujan pun mengangguk setuju
jadi, apa lagi yang kau ragukan?
Entah berapa tetes lagi hingga mampu membawamu kembali seperti dulu
Sayang, setetespun tak lagi bersisa di mataku
terlalu sering aku membuangnya, menitipkannya lewat perih yang menyelinap dalam sukma
Aku memang belum mengenalmu ribuan tahun, sekedar itu yang kutahu darimu
Dan hanya sekedar itu yang kupahami dan kumengerti
Sedikit sekali...
Maafkan aku yang terlahir bodoh ini..
Sebut saja aku cengeng!
Ya, memang..
bukan aku tak setegar dulu, tapi inilah aku dari dulu
hanya saja tak pernah datang kesempatan bagiku untuk menunjukkan sisi terlemahku pada dunia
cukuplah untuk kupendam sendiri, selama ini
namun untuk hal ini, perihnya tak kuat lagi kusimpan sendiri terlalu lama
Aku juga pengecut.
Tak kunjung muncul keberanianku untuk mengungkap sedihku sendiri
Mungkin memang hanya lewat jalinan kata ini yang mampu mewakili setiap luka dan perasaanku
Tapi kuakui,
perih ini tak pernah bisa menghentikan langkahku bersamamu
semakin tajam, semakin tak ingin aku jauh
Bolehkah semuanya berjalan seperti ini?
Maaf dan maaf..
bahkan jutaan maaf takkan menghapus lukamu kan?
sayang hanya ini yang aku bisa
Maaf dan maaf..
maafkan aku yang selamanya takkan sempurna
Maaf dan maaf...
maafkan aku yang selalu menularkan luka
Maaf dan maaf..
maafkan aku yang tak henti menodai malam dengan tangis tak berguna
501013 - 23.55
Raining...
