June 8th 2012, 10.00 P.M
Langit.. boleh kutanya kepada siapa lagi lara ini kubagi? Luka ini menjadi terlalu dalam malam ini... Kalimat demi kalimat itu semakin menusuk. Ingin aku menjerit. Namun pantaskah???
Aku tahu aku hina. Sejak malam ini aku mengerti, ada sisi darimu yang tak ingin aku begini. Kata demi kata yang kau kirim menyakitiku jauh lebih dalam dari segala luka yang pernah kurasakan. Pernahkan kau bayangkan harapan yang kausandarkan padaku hancur tak berbekas? Seberapa sakit yang akan kau derita? Mampukah kau menanggungnya? Sendiri?
Haruskah aku jatuh lagi, langit? Rasa yang kurasakan 10 tahun ini, haruskah kutanamkan tanpa harus kuhapus sedikitpun? Perih yang tak terbagi, tangis yang tak terdengar, haruskah kembali larut dalam diamku?
Tak lagi sanggup kukenakan topeng untukku sendiri wahai Langit. Aku lelah. Berat sekali pundakku malam ini. Sesaat saja inginku bersandar meski hanya pada angin. Ingin kulepas tangis yang terbendung beberapa malam belakangan ini. Kupeluk kembali jalanan yang tak jua beranjak, menyapa pohon yang kuyakini takkan goyah dari tempatnya.
Tapi... hei? di mana aku? di mana jiwaku? hanya jasad kosong ini yang ada.
Bodoh! Bukankah aku tak berarti? Hanya akan sekedar 'ada', selalu sekedar ada...
Meski kusadari sakit ini hanya untukku sendiri, aku ingin kau sampaikan padanya, Langit...
aku menyayanginya lebih dari diriku sendiri...

0 komentar:
Posting Komentar