Luna Selena Eleanor

My Faith, My Life, My World, My Destiny

Tuhan... ini aku...
si bodoh yang tak hentinya merengek padaMu...
Aku ingat, baru kemarin aku memohon agar Kau izinkan aku mematahkan satu dahan kering di pohon itu sebagai tongkat peganganku. Maafkan aku, tongkat itu patah. Aku terlalu keras menggenggamnya. Kali ini aku bukan meminta izinMu untuk mematahkan dahan yang lain, namun hanya meminjam sejengkal bumi untuk menjadi pendengar keluh kesahku.

Aku tak kuat lagi,
Beban ini terlalu berat untukku sendiri. Namun aku tak lagi punya daya, tak mungkin kubagi derita ini pada manusia yang lain. Mereka mungkin bisa mati, jika tidak di ambang gelap sepertiku. Mana mungkin aku akan tega? Seperti tak ada jalan lagi selain menunggu keajaiban datang. Saat ini, yang bisa kulakukan hanya diam, berharap esok masih ada matahari.

Aku tak pernah membenciMu, Tuhan...
Serangkaian tanya tersimpan abadi di balik kepalaku :  mengapa Kau izinkan aku terlahir ke dunia? Mengapa pula Kau ciptakan aku dari bulir-bulir air mata yang harus kukembalikan suatu saat nanti? Mengapa tak Kau jadikan aku dari udara? Mengapa bukan embun? Bagaimana aku harus mengembalikan seluruh air mata ini jika suatu hari kelak semua telah habis terkuras?

Sungguh, aku tak pernah membenciMu...

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Just an ordinary GIRL... Listen my mind on heello @Reezuna, or facebook. You'll know a little piece of me..

Best Pal

Cari Blog Ini