Masih dari titik yang sama...
Jalanan ini memandangku lekat, dan bertanya :
"Kau, manusia bodoh tempo hari?"
Dan masih anggukan yang sama menjawabnya
Desah nafas mewakili mimpi
Tarikan udara yang mengintip paru-paruku adalah kabar duka
bagi angin
hujan
badai
dan petir...
Jiwaku sendiri tak di sana, tak di tempatnya
Berkelana jauh di angkasa, menumpahkan keluh kesahnya pada langit
(maaf langit, kembali kuganggu tidurmu)
Di atas sana bintang tertawa
Ada opera! katanya
Kisah punguk rindu bulan
Kisah manusia ingin menyesap samudera
Kisah pengemis rindu berlian
Dan kisah sukma rindu raga
Ah! Selesai sudah
Giliran tangis membahana
Air mata berpesta pora
Jalanan ini, benar... yang ini...
Yang membuka telinganya lebar untukku
Tak sedikit pun menyingkir meski aku menjerit
Kadang memeluknya. meruntuhkan bahunya, menikam seperti hendak membunuhnya
Hanya senyum teduh yang dibagikannya untukku sambil berbisik
"Tenanglah, aku masih di sini."
Kali ini, kumohonkan padaMu Tuhan, jangan ambil ia
Biarkan jalanan ini menemaniku hingga ajalku tiba...
Untuk MALAM,
Semoga rahasia ini tersimpan abadi di bawah jubah gelapmu...
Terima kasih (lagi)...
Jalanan ini memandangku lekat, dan bertanya :
"Kau, manusia bodoh tempo hari?"
Dan masih anggukan yang sama menjawabnya
Desah nafas mewakili mimpi
Tarikan udara yang mengintip paru-paruku adalah kabar duka
bagi angin
hujan
badai
dan petir...
Jiwaku sendiri tak di sana, tak di tempatnya
Berkelana jauh di angkasa, menumpahkan keluh kesahnya pada langit
(maaf langit, kembali kuganggu tidurmu)
Di atas sana bintang tertawa
Ada opera! katanya
Kisah punguk rindu bulan
Kisah manusia ingin menyesap samudera
Kisah pengemis rindu berlian
Dan kisah sukma rindu raga
Ah! Selesai sudah
Giliran tangis membahana
Air mata berpesta pora
Jalanan ini, benar... yang ini...
Yang membuka telinganya lebar untukku
Tak sedikit pun menyingkir meski aku menjerit
Kadang memeluknya. meruntuhkan bahunya, menikam seperti hendak membunuhnya
Hanya senyum teduh yang dibagikannya untukku sambil berbisik
"Tenanglah, aku masih di sini."
Kali ini, kumohonkan padaMu Tuhan, jangan ambil ia
Biarkan jalanan ini menemaniku hingga ajalku tiba...
Untuk MALAM,
Semoga rahasia ini tersimpan abadi di bawah jubah gelapmu...
Terima kasih (lagi)...

0 komentar:
Posting Komentar