Luna Selena Eleanor

My Faith, My Life, My World, My Destiny

Untuk LANGIT..

Apa kabar?
cukup lama aku tak menyapamu. Bukan, aku tidak sibuk. Hanya butuh sedikit waktu untukku sendiri.
Kubawakan sesuatu untukmu. Ambillah! Seperti biasa kukemas dengan manis di balik kertas perak berpita biru. Indah? Hm, terimakasih... di dalamnya ada sekeping kisah yang selama ini kurajut untukmu. Bagaimana? Kau suka?
Atau... kau mau aku yang membacakannya?
Oke, begini.

Dua puluh dua Desember,
Aku kembali, seperti mulanya. Sekian tahun kutanam rasa itu perlahan, memupuknya dengan sayang, berharap esok dapat kupetik buahnya. Tak kuduga musim terlalu cepat berganti. Rasa itu layu, hujan melunturkan indahnya. Aku tak bisa lagi melihatnya. Maaf langit, aku tak mampu menjaganya.



Dulu aku pernah kehilangannya. Saat-saat paling kritis dalam hidupku, di saat aku membutuhkannya, ia menghilang. Entah apa yang ia mau, aku mungkin tak boleh menebaknya. Beribu tanya dalam benakku melayang, tak tentu dimana kelak akan menemui jawabnya. Apa yang harus kulakukan? Di mana aku sekarang pun, entahlah.


Langit, aku ingat, kemarin ia masih berbagi senyum untukku. Ketika duka menghantui, tidak sekalipun hilang semangatku. Ia ada. Bahkan dalam genggamanku. Ah, entahlah... mungkin aku terlalu erat menggenggamnya hingga rusak tak berbentuk. Harusnya aku tau ia rapuh. Mengapa kuhancurkan? Astaga, hukum aku saja!

Apa? Cinta?
Bukan.
Aku telah memutuskan semuanya. Aku yakin, Tuhan telah menuntunku menemukan dia, sang istimewa. Dan bukan dia yang saat ini kuceritakan padamu.

Kau, mengenalnya.
Dulu, saat bersamamu, kupanggil ia sahabat...

Maafkan aku, langit. Bukan aku yang menyakitinya. Waktu-lah pelakunya...

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Just an ordinary GIRL... Listen my mind on heello @Reezuna, or facebook. You'll know a little piece of me..

Best Pal

Cari Blog Ini